Bisakah Shinji Kagawa Menjadi Bintang Di Manchester United


Siapakah Shinji Kagawa? Wartawan GOAL.com Dan Orlowitz memberikan ulasannya dan peluang pemain Jepang ini di Manchester United untuk menjadi bintang.
Dua musim lalu, nama Shinji Kagawa nyaris tak terdengar di luar Jepang. Tapi waktu telah mengubahnya. Tiga musim merumput di kompetisi Divisi Dua Jepang, ia akhirnya berhasil membantu Cerezo Osaka meraih tiket promosi ke kompetisi teratas di negeri Matahati Terbit itu.
Namanya pun terdongkrak. Apalagi ketika Manchester United kepincut Kagawa untuk menjadikannya sebagai bagian dari skuat di Old Trafford. Klub berjuluk Setan Merah ini dikabarkan telah menyodorkan tawaran senilai 17 juta buat Kagawa.

Tapi Kagawa tak cuma sekedar menjual popularitas. Ia telah membukukan tinta emas ke dalam sejarah sepakbola Jepang. Kontrak sebagai pemain profesional yang ditekennya sebelum lulus SMA, telah menempatkan dirinya sebagai pemain Jepang pertama dalam urusan semacam ini.
Lalu di usianya yang masih 18 tahun, Kagawa telah mendapatkan tempat reguler bersama Cerezo. Dengan kepercayaan dirinya yang terus tumbuh, ia menunjukkan ketajamannya sebagai seorang penyerang. Dari 44 penampilan pada musim 2009, Kagawa menyumbangkan 27 gol. Pencapaian itu mengantarkan Cerezo kembali ke J1 setelah tiga tahun terasing di kasta terendah.
Lalu saat berkompetisi di level tinggi, nasib baik terus membuntutinya. Thomas Kroth, seorang agen berkebangsaan Jerman, merancangnya untuk gabung ke Borussia Dortmund. Di klub Bundesliga Jerman ini, Kagawa terus memperlihatkan kemampuannya dengan membawa klub tersebut finis di urutan kelima.
Dalam debutnya di Eropa, penampilan Kagawa cukup menonjol. Namanya terpilih ke dalam susunan sebelas pemain terbaik Bundesliga. Tahun ini, ia juga sudah membuat rekor baru bagi pemain Jepang. Ia berhasil membukukan 13 gol dari 32 kali tampil.
Kagawa juga menunjukkan dirinya selalu menjadi ancaman ketika bola sudah dalam penguasaannya. Ia cukup apik dalam membuat peluang. Baik melalui tendangan keras maupun umpan matang yang ditujukan bagi rekan satu timnya.

Tak heran jika di negara kelahirannya, Kagawa sekarang ini telah menjadi ikon baru. Wajahnya kerap mejeng di sejumlah iklan minuman olahraga, pakaian hingga vido games.

Di jaringan toko sepakbola KAMO, kostumnya menjadi yang paling laris. Diyakini, permintaan akan terus membanjir ketika Kagawa telah resmi mengenakan seragam United. Ia telah mensejajarkan dirinya dengan para seniornya seperti Yuto Nagatomo di FC Internazionale ataupun penyerang milik CSKA Moskwa Keisuke Honda.

Tapi tak seperti kedua seniornya, Kagawa sungguh berbeda. Jika Nagatomo sosok yang jenaka dan Honda dengan kepribadiannya yang liar maka Kagawa adalah sosok yang pemalu dan berupaya menjauh dari sorotan media.

Meski telah dua tahun di Jerman, ia masih saja berbicara dengan bantuan penerjemah atau berupaya menyempil di tengah kejaran media Jepang yang terus mengekornya. Boleh jadi sikap ini dipilih karea ia tak ingin menjadi sasaran gosip.
Tapi hal tersebut tampaknya tak akan berlaku di Inggris. Ia sepertinya harus mulai membiasakan diri dengan kejaran pekerja media kepada dirinya.

Belum lagi ia juga harus berbagi tempat di ruang ganti dengan rekan-rekan barunya yang juga berstatus sebagai pemain bintang. Atau juga bagaimana ia bisa bersikap tegar menghadapi sosok Sir Alex Ferguson.

Apapun yang akan terjadi, Jepang patutlah berbangga. Bocah ajaib dari Kobe itu dalam musim depan tampaknya akan menyemaikan kebanggaan bagi publik di tanah kelahirannya. Apakah ia akan mampu memperlihatkan bakatnya? Mari kita tunggu saja aksi di lapangan